Type/to search

Strategi Trend Following Menggunakan Hull Moving Average

Common strategy
Created: 2023-11-02 14:57:37
Last modified: 3 years ago
1
Follow
1802
Followers

img

Ikhtisar

Strategi ini membangun sistem perdagangan berbasis tren menggunakan indikator Hull Moving Average (HMA). Keputusan untuk membeli (long) atau menjual (short) ditentukan berdasarkan arah kurva Hull. Ini adalah strategi tipikal yang mengikuti tren (trend following).

Prinsip Strategi

Strategi ini menggunakan Hull Moving Average sebagai indikator teknis utama. Hull Moving Average diperkenalkan oleh trader Amerika Alan Hull pada tahun 2005. Ini adalah penyempurnaan dari moving average biasa, yang menggunakan fungsi akar kuadrat untuk mengurangi lag (keterlambatan) pada moving average.

Secara spesifik, Hull Moving Average terdiri dari dua moving average: MA(n) dengan periode n, dan MA(n/2) dengan periode n/2. Selisih antara kedua moving average ini membentuk kurva selisih Hull. Kemudian, moving average dari kurva selisih Hull itu sendiri dihitung, menghasilkan kurva Hull.

Ketika kurva Hull naik, itu menandakan bahwa moving average jangka pendek telah menembus di atas moving average jangka panjang, yang menjadi sinyal untuk membeli (long). Ketika kurva Hull turun, itu menandakan bahwa moving average jangka pendek telah menembus di bawah moving average jangka panjang, yang menjadi sinyal untuk menjual (short).

Dalam strategi ini, periode Hull n ditetapkan sebesar 16. Kemudian dihitung moving average periode n/2 = 8, moving average periode n = 16, dan kurva Hull yang merupakan selisih keduanya. Selanjutnya, terhadap kurva Hull dihitung moving average periode n=4 (akar kuadrat dari n=4). Ketika kurva Hull menembus ke atas, lakukan long; ketika menembus ke bawah, lakukan short.

Analisis Keunggulan Strategi

Dibandingkan dengan moving average biasa, Hull Moving Average memiliki keunggulan sebagai berikut:

  1. Mengurangi lag. Dengan menggunakan fungsi akar kuadrat, kurva Hull lebih dekat dengan harga, sehingga dapat menangkap perubahan arah harga lebih cepat.
  2. Mengurangi false breakout. Moving average tradisional cenderung menghasilkan lebih banyak persilangan palsu (false crosses), sedangkan kurva Hull dapat menyaring sebagian noise, menghindari perdagangan yang tidak perlu.
  3. Parameter sedikit. Kurva Hull hanya memerlukan satu parameter n, sehingga memudahkan optimasi, sedangkan sistem dua moving average memerlukan optimasi dua parameter.
  4. Dapat disesuaikan. Nilai n pada kurva Hull dapat disesuaikan dengan pasar, periode dapat dikustomisasi untuk beradaptasi dengan instrumen yang berbeda.
  5. Sistematis. Sistem Hull bersifat sistematis, menghindari pemilihan manual, dan mengikuti konsistensi sistem perdagangan mekanis.

Analisis Risiko

Meskipun memiliki banyak keunggulan dibandingkan sistem moving average, sistem Hull tetap memiliki risiko berikut:

  1. Keterbatasan inheren strategi trend following. Sebagai strategi pengikut tren, sistem Hull rentan terhadap stop loss ketika tren berubah secara drastis.
  2. Cenderung menghasilkan perdagangan yang sering. Respons cepat dari kurva Hull dapat meningkatkan frekuensi perdagangan, yang berpotensi menyebabkan overtrading.
  3. Parameter mudah di-over-optimasi. Hanya memiliki satu parameter n dapat menyebabkan over-optimasi dan risiko curve fitting.
  4. Efektivitas bervariasi antar instrumen. Sistem Hull kurang efektif untuk instrumen dengan volatilitas tinggi tertentu; parameter perlu disesuaikan dengan instrumen.

Arah Optimasi Strategi

Berdasarkan keterbatasan strategi Hull Moving Average di atas, optimasi dapat dilakukan dari aspek berikut:

  1. Menggabungkan indikator tambahan untuk memfilter sinyal perdagangan guna menghindari false breakout. Dapat ditambahkan indikator seperti MACD, KDJ untuk menilai tren.
  2. Menambahkan strategi stop loss untuk mengendalikan kerugian per transaksi. Misalnya dengan trailing stop atau pending stop loss.
  3. Mengoptimalkan pemilihan parameter n untuk menghindari over-optimasi. Dapat menggunakan metode walk forward analysis untuk optimasi bergulir.
  4. Menggabungkan teknik pembelajaran mesin untuk mengoptimalkan parameter secara dinamis. Gunakan model seperti RNN untuk memprediksi nilai optimal parameter n.
  5. Optimasi parameter per instrumen. Gunakan machine learning untuk mengoptimalkan dan menyesuaikan parameter untuk setiap instrumen.
  6. Mengoptimalkan manajemen posisi untuk mengurangi frekuensi perdagangan. Dapat menggunakan metode seperti fixed fractional position sizing.

Kesimpulan

Strategi Hull Moving Average adalah strategi trend following yang khas. Meskipun memiliki keunggulan dibandingkan moving average, strategi ini juga menghadapi masalah seperti over-optimasi dan perdagangan yang sering. Kita dapat memperbaikinya melalui optimasi parameter, strategi stop loss, manajemen posisi, dan metode lainnya. Sistem Hull sederhana dan praktis, layak untuk diteliti dan dioptimalkan lebih lanjut, serta dapat dikombinasikan dengan lebih banyak indikator dan teknik untuk membangun sistem perdagangan yang stabil.

Source
Pine
/*backtest
start: 2023-10-25 00:00:00
end: 2023-11-01 00:00:00
period: 4h
basePeriod: 15m
exchanges: [{"eid":"Futures_Binance","currency":"BTC_USDT"}]
*/

//Noro
//2018

//@version=3
Strategy parameters
Strategy parameters
Long
Short
Capital, %
HullMA period
From Year
To Year
From Month
To Month
From day
To day
Comment
All comments (0)
No data
No data
  • 1
Forums
PINE Language
Get the app
iPhone Download
© 2015 - ∞ INVENTOR PTE LTD (SG)