Sistem Kura-kura Connecticut
Ikhtisar
Strategi ini dikembangkan berdasarkan sistem Turtle Trading yang terkenal, dan sebisa mungkin mengikuti aturan aslinya. Ini adalah sistem yang mengikuti tren, dengan menggunakan dua rata-rata bergerak untuk membentuk sinyal masuk dan keluar.
Prinsip Strategi
- Menggunakan harga tertinggi untuk menghitung garis N1 hari dan garis N2 hari (default 20 hari dan 55 hari) untuk membangun dua rata-rata bergerak.
- Menggunakan harga terendah untuk menghitung garis N3 hari dan garis N4 hari (default 10 hari dan 20 hari) untuk membangun dua rata-rata bergerak.
- Ketika harga penutupan melebihi garis N2 hari, lakukan posisi long; ketika harga penutupan di bawah garis N4 hari, tutup posisi.
- Setelah posisi long, setiap kenaikan sebesar N kali ATR (default 1 kali), tambah posisi satu kali, maksimal 5 kali penambahan posisi.
- Tetapkan stop loss tetap, secara default N kali ATR di bawah harga masuk (default 2 kali).
- Hanya diizinkan masuk posisi baru jika trading sebelumnya adalah yang menang.
Analisis Keunggulan
Strategi ini memiliki keunggulan sebagai berikut:
- Mengikuti prinsip trading tren, mampu menangkap tren jangka menengah-panjang.
- Dua rata-rata bergerak membentuk kondisi filter, menghindari trading yang sering dalam kondisi sideway.
- Pengaturan trailing stop loss yang wajar, menghindari stop loss yang terlalu longgar atau terlalu ketat.
- Menggunakan pengaturan parameter, memudahkan penyesuaian karakteristik risiko-imbal hasil sistem.
- Memungkinkan penambahan posisi, sehingga dapat memperoleh lebih banyak keuntungan dalam tren.
Analisis Risiko
Strategi ini juga memiliki beberapa risiko:
- Tidak dapat menghentikan kerugian tepat waktu saat tren berbalik, dapat menyebabkan kerugian besar.
- Terlalu sering menambah posisi dapat membawa risiko overtrading.
- Pengaturan parameter yang tidak tepat dapat membuat sistem terlalu agresif atau terlalu konservatif.
- Risiko overfitting data backtest, hasil real trading mungkin lebih buruk dari backtest.
Risiko dapat dikurangi dengan cara berikut:
- Menambahkan penilaian sinyal pembalikan, seperti divergensi MACD, untuk mengurangi kerugian melawan tren.
- Mengoptimalkan parameter agar parameter sistem kokoh.
- Menambahkan metode Position Sizing. Mengurangi ukuran posisi saat terjadi kerugian besar.
Arah Optimasi
Strategi ini dapat dioptimalkan dari beberapa aspek berikut:
- Menambahkan logika trading short, sehingga strategi dapat memperoleh keuntungan dalam kondisi pasar menurun.
- Menambahkan modul optimasi garis stop loss, sehingga garis stop loss dapat menyesuaikan secara tepat dengan fluktuasi harga.
- Menambahkan modul manajemen posisi, mengoptimalkan ukuran setiap penambahan posisi.
- Menggabungkan indikator tren seperti ADX untuk menilai kekuatan tren, menghindari trading yang salah.
- Mengoptimalkan parameter untuk mendapatkan kurva keuntungan yang lebih stabil.
- Mempertimbangkan biaya trading seperti slippage dan komisi dalam real trading.
Kesimpulan
Strategi ini memperoleh keuntungan dengan mengikuti tren, dan memiliki keunggulan backtest tertentu. Namun, efek real trading masih perlu diuji, perlu lebih lanjut mengoptimalkan ketahanan parameter, menyempurnakan modul stop loss dan manajemen posisi, agar strategi lebih cocok untuk trading real. Secara keseluruhan, ide strategi ini masuk akal dan memiliki potensi perbaikan yang besar.
/*backtest
start: 2022-10-30 00:00:00
end: 2023-11-05 00:00:00
period: 1d
basePeriod: 1h
exchanges: [{"eid":"Futures_Binance","currency":"BTC_USDT"}]
*/
//@version=4
strategy(title="Turtle", overlay=true, initial_capital=100000, default_qty_type=strategy.percent_of_equity, default_qty_value=10, commission_type=strategy.commission.percent, commission_value=0.1, pyramiding=5)
stopInput = input(2.0, "Stop N", step=.5)- 1

