Type/to search

Sistem Trading Leverage Penyesuaian Risiko Dinamis

Common strategy
Created: 2023-10-16 16:00:52
Last modified: 3 years ago
1
Follow
1802
Followers

img

Ringkasan

Sistem trading ini bernama "Sistem Trading Leverage dengan Penyesuaian Risiko Dinamis", yang bertujuan untuk mengelola trading berdasarkan volatilitas pasar saat ini relatif terhadap rata-rata historisnya. Sistem ini menghitung jumlah posisi buka target berdasarkan indikator ATR (Average True Range), dan menyesuaikan leverage sesuai. Sistem menggunakan metode penambahan posisi piramida, yang memungkinkan pembukaan beberapa posisi secara bersamaan.

Prinsip Strategi

Langkah-langkah spesifik sistem adalah sebagai berikut:

  1. Hitung nilai ATR untuk periode ATR 14 hari, dan bagi dengan harga penutupan saat ini untuk menstandarisasi.
  2. Hitung Simple Moving Average (SMA) 100 hari dari ATR yang telah distandarisasi.
  3. Hitung rasio antara ATR yang telah distandarisasi dengan SMA 100 harinya.
  4. Tentukan leverage target berdasarkan kebalikan dari rasio (2 / rasio).
  5. Hitung jumlah posisi buka target dengan mengalikan leverage target dengan 5.
  6. Plot jumlah posisi buka target dan jumlah posisi buka saat ini pada grafik.
  7. Periksa apakah ada peluang beli (jika jumlah posisi buka saat ini kurang dari jumlah target) atau peluang tutup posisi (jika jumlah posisi buka saat ini lebih besar dari jumlah target ditambah 1).
  8. Jika ada peluang beli, buka posisi long dan tambahkan trading ke array openTrades.
  9. Jika ada peluang tutup posisi dan ada trading di array openTrades, tutup trading terbaru dan hapus dari array.

Sistem ini bertujuan untuk menangkap tren pasar dengan menyesuaikan jumlah posisi buka dan leverage secara dinamis, menggunakan array untuk melacak posisi buka, sehingga dapat mengontrol pembukaan dan penutupan setiap trading dengan lebih baik.

Analisis Kelebihan

Strategi ini memiliki kelebihan sebagai berikut:

  1. Menyesuaikan leverage dan jumlah posisi secara dinamis, dapat menyesuaikan eksposur risiko sesuai dengan perubahan volatilitas pasar. Ketika volatilitas rendah, tingkatkan leverage dan jumlah posisi; ketika volatilitas tinggi, kurangi leverage dan jumlah posisi, sehingga mengontrol risiko secara efektif.
  2. Menggunakan indikator ATR untuk menghitung jumlah posisi target. Indikator ini dapat mencerminkan volatilitas pasar, sehingga merupakan pilihan indikator yang wajar untuk penyesuaian posisi dinamis.
  3. Menggunakan metode penambahan posisi piramida, membuka beberapa posisi secara bersamaan, dapat memperoleh keuntungan dalam tren.
  4. Menggunakan array untuk mencatat setiap trading posisi buka, dapat mengontrol pembukaan dan penutupan setiap trading dengan jelas, menghindari operasi terbalik yang tidak perlu.
  5. Strategi ini memiliki parameter yang sedikit, mudah diimplementasikan dan dioperasikan.
  6. Ide strategi jelas dan mudah dipahami, struktur kode masuk akal, mudah dioptimalkan dan diiterasi.

Analisis Risiko

Strategi ini juga memiliki beberapa risiko:

  1. Indikator ATR hanya mencerminkan volatilitas periode sebelumnya, perubahan volatilitas di masa depan tidak dapat diprediksi, dapat menyebabkan penyesuaian leverage yang tidak tepat.
  2. Metode penambahan posisi piramida dapat menyebabkan akumulasi kerugian saat terjadi pembalikan tren.
  3. Pencatatan posisi buka dengan array hanya cocok untuk operasi buka/tutup yang sederhana, jika logika pembukaan posisi lebih kompleks maka diperlukan struktur data yang lebih kompleks.
  4. Penentuan leverage target dan jumlah posisi perlu disesuaikan dengan karakteristik instrumen, tidak boleh terpaku pada parameter tetap tertentu.
  5. Indikator tunggal mudah menyesatkan, dapat dipertimbangkan untuk menambahkan indikator volatilitas lain atau algoritma machine learning untuk meningkatkan robustitas.

Arah Optimasi

Strategi ini dapat dioptimalkan dari beberapa aspek berikut:

  1. Tambahkan strategi stop loss, lakukan stop loss secara aktif ketika kerugian mencapai titik stop loss.
  2. Optimalkan parameter indikator, uji efek parameter periode ATR yang berbeda.
  3. Coba strategi pembukaan posisi yang berbeda, seperti pembukaan jumlah tetap, dll., uji efeknya.
  4. Tambahkan indikator pengukur volatilitas lainnya, seperti Bollinger Bands WIDTH, KD, RSI, dll., gunakan secara kombinasi.
  5. Gunakan metode machine learning untuk memprediksi volatilitas, menggantikan metode simplex smoothing.
  6. Optimalkan metode perhitungan jumlah posisi buka, dapat menggunakan kelipatan ATR atau fungsi volatilitas, dll.
  7. Catat lebih banyak detail pembukaan posisi, seperti harga buka, waktu, dll., untuk analisis dan optimasi strategi.
  8. Tambahkan fungsi optimasi parameter, optimasi otomatis untuk menemukan kombinasi parameter terbaik.

Kesimpulan

Strategi ini didasarkan pada ATR untuk menyesuaikan leverage dan jumlah posisi buka secara dinamis, melakukan penyesuaian eksposur risiko dalam tren, dan memiliki beberapa kelebihan. Namun, juga terdapat masalah seperti kesulitan dalam pengaturan parameter dan ruang optimasi indikator yang layak untuk dioptimalkan lebih lanjut. Secara keseluruhan, ide strategi ini jelas, mudah dioperasikan dan dioptimalkan, layak untuk dipelajari dan diterapkan lebih dalam.

Source
Pine
/*backtest
start: 2022-10-09 00:00:00
end: 2023-10-15 00:00:00
period: 1d
basePeriod: 1h
exchanges: [{"eid":"Futures_Binance","currency":"BTC_USDT"}]
*/

//@version=5
strategy("I11L - Risk Adjusted Leveraging", overlay=false, pyramiding=25, default_qty_value=20, initial_capital=20000, default_qty_type=strategy.percent_of_equity,process_orders_on_close=false, calc_on_every_tick=false)

atr = ta.atr(14) / close
Comment
All comments (0)
No data
No data
  • 1
Forums
PINE Language
Get the app
iPhone Download
© 2015 - ∞ INVENTOR PTE LTD (SG)